Sabtu, 18 Januari 2014

Bukan Negeri Dongeng

Dia masih merasakan perih di hati. Mengabaikannya bukanlah hal yang mudah baginya. Dia masih berada disana masih bertahan disudut hati terdalam meskipun terasa perih. Dia memilih untuk menyerah sebelum berusaha karena dia tahu bahwa semua akan sia-sia. Namun meskipun berulang kali dia tersakiti tapi dia tetap saja menunggunya, menunggunya dalam kepedihan, menunggunya dalam tangis, dan menunggunya dalam setiap doa yang terucap. Sekarang dia mencoba untuk tak peduli lagi tetapi setiap kali dia mencoba tak peduli saat itu pula hatinya remuk, hancur berkeping-keping. Seperti itulah hidupnya menunggu seseorang yang terus-menerus menyakitinya dan ketika merasakan sakit hati dia hanya dapat berpasrah pada waktu yang akan menyembuhkannya. Bagaikan manusia ajaib dalam negeri dongeng seberapa sakit para musuh mencoba menghancurkan nya dia dapat pulih kembali dengan sihir para peri tetapi dunianya kini sangatlah berbeda.

Kamis, 19 Desember 2013

Pandangan Hidup yg Aneh tapi Mengagumkan

"Anya bagaimana kamu mempercayai semua itu?"
"Mengapa, Jingga ? apakah karena aku tidak percaya dengan agama dan bagaimana bisa aku percaya sama dengan Tuhan."

"Jingga, kalau agama hanya menjadi rutinitas formal, ia akan jadi kaku dan tidak berjiwa. Akhirnya, manusia seperti robot melakukan ibadah. Tidak menjiwai makna dan jiwa dari agama. Akhirnya, ke-MAHA Besaran-Nya dan keadilan Nya tidak tersentuh olehnya," 

"Anya, bagaimana kepercayaanmu bisa seperti itu tanpa agama?"

"Jingga, bukan sebenarnya tanpa agama. Aku tidak percaya sama agam formal yang ada. Kenapa? karena aku tahu agama-agama itu hanya melakukan eskpansi untuk memperbanyak umat. Mereka saling tuding, saling serang, saling menjelekkan. Mereka lupa esensi dari agama yang menjadikan manusia itu saling tolong menolong dan menghargai. Mereka juga lupa bahwa agama yang seharusnya digunakan untuk menuju kepada Tuhan, bukan untuk saling menyalahkan. Kalau agama diartikan jalan, ya, aku punya jalan untuk menuju Tuhan.

 (Diary Pramugari karya Agung Webe)

Tak Cukupkah Hanya Menjadi Sahabat

Tak cukupkah hanya persahabatan antara seorang pria dan wanita. Tak cukupkah hanya itu tanpa harus ada embel-embel adanya rasa suka dan cinta?. Sangat bahagia yang kurasa tapi itu beberapa bulan yang lalu saat hatiku belum berubah.
               Kita tak begitu lama saling mengenal dan tak begitu lama juga saling menjadi teman ngobrol yang dekat hingga dia menobatkan hubungan ini sebagai persahabatan rasanya senang aku bahagia. Senang rasanya aku dapat memiliki sahabat pria rasanya bagaikan punya kakak lelaki selain itu aku dapat mencurahkan segala isi hatiku tentang pria kepadanya. Menceritakan karakter pria yang sedang dekat denganku dan aku paling hafal bagaimana ekspresi nya apabila pria tersebut tidak cocok untukku. Dia pasti akan memelototi ku dengan kedua bola matanya yang menurutku sudah sangat bulat ditambah lagi harus melotot sampai kedua bola matanya ingin keluar. Tentu saja itu menjadi hiburan tersendiri buatku.
               Aku tak begitu mengenalnya, masalalunya, dan kehidupannya sebelum bertemu denganku. Entah mungkinkah dia tipe pria yang menganggap semua orang yang sedang dekat dengannya sebagai sahabat. Aku tak tahu aku belum betul mengenalnya.

               Sekarang semua terasa berbeda. Berbeda bagiku dan baginya entah sejak kapan perasaan ku berubah menyukai nya. Tapi aku tetap memporsikan diriku untuk tetap menganggapnya sebagai sahabat. Kita sama-sama saling tahu ada perasaan yang tidak semestinya terjalin antara sahabat dan tak mungkin akan bersatu karena dia telah memiliki seseorang yang dapat disebut pacar dan aku bukan orang yang akan merusak hubungannya.

Senin, 19 November 2012

Hati kita saling mengingkarinya.

Biarlah hati ini saling mengingkarinya
menginkari perasaan yang tak ingin engkau terima begitu pula aku,
Biarlah kita terpuruk dalam perasaan yang ingin kita hindari.

Biarlah waktu yang menenggelamkan hati ini,
bersama rasa yang ingin kau buang sejauh mungkin
Biarlah kita merasakan sakit bersama

Hati ini tak bisa mengingkari rasa cinta untukmu,
Tapi....,
Dirimu mencoba menenggelamkan setiap rasa yang kau punya
Menjauhkan segala rasa yang tak ingin lagi kau ketahui.

Aku lelah terus mencintaimu dan yang ku terima
hanyalah dirimu yang tak menerima kenyataannya,
tapi ku tahu hatimu berkata tidak.

Biarlah rasa sakit ini bersarang dan kemudian hilang bersama waktu.
Tapi cinta untukmu takkan pernah hilang.

Mengapa ???

Mengapa ada kabut menyedihkan dimatamu ?
menagapa tatapan yang selama ini berbalas, justru kau hindari?
Aku tak ingin berada dalam kondisi ini, kondisi dimana hati kita saling mengingkarinya.

Maafkan aku yang terlalu bodoh
mencoba menghindari rasa yang justru tak seharusnya ku hindari.
Tatapan itu tak lagi seperti dulu, tatapan penuh cinta dan kegembiraan.

Kini,
menjadi tatapan penuh amara dan kesedihan.
Maafkan aku, bolehkah ku jelaskan melalu mata ini ?
Mata yang takkan pernah berbohong kepadamu,
Mata yang selalu ingin melihat wajah itu,
Mata yag ingin menatap kejernian matamu.


Maafkan aku yang mencoba membohongi hati ini........

Minggu, 18 November 2012

Aku Mengagumi Matamu 。◕‿◕。

Awal kebahgiaan itu......
Ketika disuatu tempat kecil dihatiku terbuka dan setiap waktunya
terbuka menjadi besar, menganga dan membuktikan rasa sakit
yang ku alami semuanya tak dapat kuhindari lagi.

Tapi....
Sinar kebahagiaan itu datang ketika sepasang bola mata
yang jernih dan indah menatap dengan tulus.
Tatapan yang tak pernah kulihat sebelumnya.

Tatapan penuh cinta....
Tatapan indah yang membawaku pada kejernian bola mata itu...

Senyum indah yang tersungging dibibirnya
selaras dengan sepasang bola mata nan indah,
membuat hati ini terasa melayang bersamanya.

Disetiap pasang bola mata itu menatap hati ini
tak kuasa tuk merasakan rasa cinta yang dikirim oleh mata indah itu.